Khamis, 9 Februari 2012

Peribadi 2:Rambut Rasulullah


“Rambut Rasulullah saw mencapai pertengahan kedua telinganya.”
(Diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr, dari Ismail bin Ibrahim, dari Humaid yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
“Rasulullah saw. adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang,sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya.”(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Abu Qathan, dari Syu’bah dari Abi Ishaq yang bersumber dari al Bara’ bin `Azib r.a.)
“Rambut Rasulullah saw. tidak terlampau keriting, tidak pula lurus kaku, rambutnya mencapai kedua daun telingannya. ” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir bin Hazim, dari Hazim yang bersumber dari Qatadah)
“Sesungguhnya Rasulullah saw., dulunya menyisir rambutnya ke belakang,sedangkan orang-orang musyrik menyisir rambut mereka ke kiri dan ke kanan,dan Ahlul Kitab menyisir rambutnya ke belakang. Selama tidak ada perintah lain,Rasulullah saw. Senang menyesuaikan diri dengan Ahlul Kitab.Kemudian,Rasulullah saw. menyisir rambutnya ke kiri dan ke kanan.”(Diriwayatkan oleh Suwaid bin Nashr dari `Abdullah bin al Mubarak, dari Yunus bin Yazid,dari az Zuhri, dari `Ubaidilah bin `Abdullah bin `Utbah, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

CARA BERSISIR RASULULLAH SAW

“Rasulullah saw. sering meminyaki rambutnya, menyisir janggutnya dan sering waktu menyisir rambutnya beliau menutupi (bahunya) dengan kain kerudung. Kain kerudung itu demikian berminyak seakan-akan kain tukang minyak.” (Diriwayatkan oleh Yusuf bin’Isa, dari Rabi’ bin Shabih, dari Yazid bin aban ar Raqasyi*,yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
• Aban ar Raqasyi dikenal sebagai orang yang dinilai munkar periwayatannya. Hadist ini sangat berlawanan dengan kebanyakan hadist shahih, yang menerangkan tentang kebersihan dan penampilan terpuji dari Rasulullah saw. (Muhammad Afif az Za’bi).
“Rasulullah saw. melarang bersisir kecuali sekali-kali. ” (Diriwayatkan oleh Muhammad Basyar, dari Yahya bin Sa’id,dari Hisyam bin Hasan, dari al Hasan Bashri, yang bersumber dari `Abdullah bin Mughaffal r.a.*)
• Yang dilarang ialah bersisir layaknya wanita pesolek.
• ‘Abdullah bin Mughaffal r.a. dalah sahabat Rasulullah saw. Yang masyhur, ia adalah salah seorang peserta “Bai’tus Syajarah”, wafat pada tahun 60 H ada pula yang mengatakan tahun 57 H.

UBAN RASULULLAH SAW

Qatadah bertanya kepada Anas bin Malik r.a.: “Pernahkah Rasulullah saw.menyemir rambutnya yang telah beruban?” Anas bin Malik menjawab:”Tidak sampai demikian. Hanya beberapa lembar uban saja di pelipisnya. Namun Abu Bakar r.a. pernah mewarnai (rambutnya yang memutih) dengan daun pacar dan katam.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu Daud, dari Hamman yang bersumber dari Qatadah)
• Katam adalah sejenis tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan untuk memerahi rambut sedangkan warnanya merah tua. Dalam suatu riwayat Ibnu `Abbas r.a. mengemukakan: Abu Bakar r.a. berkata:
“Wahai Rasulullah, sungguh Anda telah beruban!” Rasulullah saw. bersabda: “Surah Hud, Surah al Waqi’ah, Surah al Mursalat, Surah Amma Yatasa’alun dan Surah Idzasy-Syamsu kuwwirat, menyebabkan aku beruban.” (Diriwayatkan oleh Abu Kuraib Muhammad bin al A’la, dari Mu’awiyah bin Hisyam, dari Syaiban, dari Ishaq, dari Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.) “Wahai Rasulullah, kami melihat Anda sesungguhnya telah beruban!” Rasulullah saw. bersabda: “Surah Hud dan beberapa surah sebangsanya telah menyebabkan aku beruban.”
(Diriwayatkan oleh Sufyan bin Waki’, dari Muhammad bin Basyar, dari ‘Ali bin Shalih, dari Abi Ishaq yang bersumber dari Abi Juhaifah r.a.*)
• Abu Juhaifah adalah Wahab as Sawa’ bin `Amir bin Sha’sha’ah al Kufi. Ia adalah seorang sahabat yang masyhur. Menurut al Dzahabi, ia adalah rawi yang tsiqat (kuat hapalan dan terpercaya). Ia wafat pada tahun 74 H.

SEMIR RAMBUT RASULULLAH SAW

Al Jahdzamah r.a., isteri Busyair bin al Khaskhashiyyah pernah bercerita: “Aku melihat Rasulullah saw. keluar dari rumahnya mengibaskan rambut sehabis mandi. Dan di kepalanya terdapat bekas daun inai”, atau “bekas celupan”(rawi ragu). (Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Harun, dari Nadlr bin Zararah*, dari Abi Jinab*, dari Iyad bin Laqith, yang bersumber dari Jahdzamah r.a.)
• Nadlr bin Zararah dalah rawi yang dla’if dan termasuk Matruk.
• Ali Jinab dikenal sebagai rawi yang masyhur tapi ia dianggap dla’if karena sering menyamarkan rawi. “Aku melihat rambut Rasulullah saw. dipacari merah.” (Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari `Amr bin `Ashim, dari Hammad bin Salamah, dari Humaid, yang bersumber dari Anas r.a.)

CELAK MATA RASULULLAH SAW

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a. dikemukakan: Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: “Bercelaklah kalian dengan Itsmid*, karena ia dapat mencerahkan pengliahatan dan menumbuhkan bulu mata. Sungguh Nabi saw. Mempunyai tempat celak mata yang digunakannya untuk bercelak pada setiap malam. Tiga olesan di sini dan tiga olesan di sini.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Humaid ar Razi, dari Abu Daud at Thayalisi, dari Abbad bin Manshur, dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
• Itsmid adalah batu celak biasanya berupa serbuk. Warnanya hitam atau biru. Serbuk itsmid dioleskan pada bulu mata atau disapukan di sekeliling mata.
• Yang dimaksud di sini adalah tiga olesan di mata sebelah kanan dan tiga olesan di mata sebelah kiri.

Peribadi 1:Bentuk Tubuh Rasulullah


“Rasulullah saw. bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih bule juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku. Beliau diangkat Allah (menjadi rasul) dalam usia empat puluh tahun.
Beliau tingal di Mekkah (sebagai Rasul) sepuluh tahun dan di madinah sepuluh tahun. Beliau pulang ke Rahmatullah dalam usia enam puluh tahun. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai dua puluh lembar rambut yang telah berwarna putih.” (diriwayatkan oleh Abu Raja’ Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Rabi’ah bin Abi `Abdurrahman yang bersumber dari Anas bin Malik r.a)
• Anas bin Malik r.a adalah Abu Nadhr Anas bin Malik al Anshari al Bukhari al Khazraji. Ia tinggal bersama Rasulullah saw dan membantu Beliau selama sepuluh tahun.Dan ia adalah sahabat yang paling akhir meninggal dunia di Bashrah, yaitu pada tahun 71 H.
• Perawi menghilangkan bilangan satuannya dari puluhan (digenapkan) . Karena kebanyakan riwayat menyatakan bahwa Rasulullah saw tinggal di Mekkah sebagai Rasul 13 tahun, dan wafat pada usia 63 tahun.
“Aku tak pernah orang yang berambut panjang terurus rapi, dengan mengenakan pakaian merah, yang lebih tampan dari Rasulullah saw. Rambutnya mencapai kedua bahunya.Kedua bahunya bidang. beliau bukanlah seorang yang berperawakan pendek dan tidak pula terlampau tinggi.” (diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki’,dari Sufyan, Dari Abi Ishaq, yang bersumber dari al Bara bin `Azib r.a)
“Rasulullah saw tidak berperawakan terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek.Beliau berperawakan sedang diantara kaumnya. Rambut tidak keriting bergulung dan tidak pula lurus kaku, melainkan ikal bergelombang. Badannya tidak gemuk, dagunya tidak lancip dan wajahnya agak bundar. Kulitnya putih kemerahmerahan. Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik. Bahunya bidang. beliau memiliki bulu lebat yang memanjang dari dada sampai ke pusat. Tapak tangan dan kakinya terasa tebal. Bila Beliau berjalan, berjalan dengan tegap seakan akan Beliau turun ke tempat yang rendah.
Bila Beliau berpaling maka seluruh badannya ikut berpaling. Diantara kedua bahunya terdapat Khatamun Nubuwah, yaitu tanda kenabian. Beliau memiliki hati yang paling pemurah diantara manusia. Ucapannya merupakan perkataan yang paling benar diantar semua orang.
Perangainya amat lembut dan beliau paling ramah dalam pergaulan.Barang siapa melihatnya, pastilah akan menaruh hormat padanya. Dan barang siapa pernah berkumpul dengannya kemudian kenal dengannya tentulah ia akan mencintainya. Orang yang menceritakan sifatnya, pastilah akan berkata: “Belum pernah aku melihat sebelum dan sesudahnya orang yang seistimewa Beliau saw.” (Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah ad Dlabi al Bashri, juga diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr dan Abu Ja’far bin Muhammad bin al Husein, dari `Isa bin Yunus, dari `Umar bin `Abdullah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari salah seorang putera `Ali bin Abi Thalib k.w. yang bersumber dari `Ali bin Abi Thalib k.w.)
“Telah diperlihatkan kepadaku para Nabi. Adapun Nabi Musa a.s. bagaikan seorang laki laki dari suku Syanu’ah. Kulihat pula Nabi `Isa bin Maryan a.s.ternyata orang yang pernah kulihat mirip kepadanya adalah `Urwah bin Mas’ud,Kulihat pula Nabi Ibranim a.s. ternyata orang yang mirip kepadanya adalah kawan kalian ini (yaitu Nabi saw sendiri). Kulihat jibril ternyata orang yang pernah kulihat mirip kepadanya adalah Dihyah*.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’ad dari Laits bin Sa’id, dari Abi Zubair yang bersumber dari Jabir bin `Abdullah r.a.)
• Suku Syanu’ah terdapat di Yaman perawakan mereka sedang.
• Urwah bin Mas’ud as Tsaqafi adalah sahabat Rasulullah saw ia memeluk islam pada tahun 9 H.
• Dihyah adalah seorang sahabat Rasulullah saw yang mengikuti jihad fi sabilillah setelah perang Badar. Ia pun merupakan salah seorang pengikut Bai’atur Ridlwan yang bersejarah.
“Rasulullah mempunyai gigi seri yang renggang. Bila Beliau berbicara terlihat seperti ada cahaya yang memancar keluar antara kedua gigi serinya itu.” (Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari Ibrahim bin Mundzir al Hizami, dari `Abdul `Aziz bin Tsabit az Zuhri, dari Ismail bin Ibrahim, dari Musa bin `Uqbah, dari Kuraib yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
  • BENTUK KHATAMUN NUBUWAH.

“Aku pernah melihat khatam (kenabian)…. Ia terletak antara kedua bahu Rasulullah saw. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara.” (Diriwayatkan oleh Sa’id bin Ya’qub at Thalaqani dari Ayub bin Jabir, dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.)
“Apabila `Ali k.w. menceritakan sifat Rasulullah saw. maka ia akan bercerita panjang lebar. Dan ia akan berkata: `Diantara kedua bahunya terdapat Khatam kenabian, yaitu khatam para Nabi. (Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah ad Dlabi `Ali bin Hujr dan lainnya, yang mereka terima dari Isa bin Yunus dari `Umar bin `Abdullah, dari `Ibrahim bin Muhammad yang bersumber dari salah seorang putera `Ali bin Abi Thalib k.w.)
Dalam suatu riwayat, Alba’bin Ahmar al Yasykuri mengadakan dialog dengan Abu Zaid `Amr bin Akhthab al Anshari r.a. sbb: “Abu Zaid berkata: `Rasulullah saw bersabda kepadaku : `Wahai Abu Zaid mendekatlah kepadaku dan usaplah punggungku’. Maka punggungnya kuusap, dan terasa jari jemariku menyentuh Khatam. Aku (alba’ bin Ahmar al Yasykuri) bertanya kepada Abu Zaid: `Apakah Khatam itu?’ Abu Zaid menjawab: `kumpulan bulu-bulu*’. (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu `Ashim dari `Uzrah bin Tsabit yang bersumber dari Alba’bin Ahmar al Yasykuri)
• Ia mengatakan kumpulan bulu-bulu dikarenakan ia hanya dapat merasakan dengan rabaan tangannya saja, tidak melihat dengan mata kepala. Jadi yang dikatakan itu hanya berdasar rabaan belaka, yang teraba olehnya adalah bulu yang tumbuh di sekitar Khatam

Rabu, 8 Februari 2012

Air laichi arak?

Pagi minggu baru ni, saje-saje je pergi breakfirst kat pantai taman gelora (kuantan). Bawak isteri & anak-anak makan nasi lemak yang dibuat ibunya. Masa duk tengok budak2 ni mandi, tiba2 terjumpa botol ni kat tepi tikar tempat kita orang makan.



Nampak macam air laichi je....tapi bila tengok betul2, astaghfirullah. Aku panggil anak2 dan tanya air apa ni? "Air laichi lah"...ermmm. Itulah pandangan budak2 pada sesuatu benda, mana dieorang nak fikirkan apa2. Bagi mereka , bahkan golongan emas dan ramai orang pun begitulah, tengok gambar je, mana dieorang faham sangat bab halal haram ni. banyak yang tak ambik kisah. Budak2 lagila tak reti apa2...main tibai jer..


"Cuba baca kat bawah ni"..aku tanya anak2.."eh! air arak!!..Ha., lain kali kalau nak beli apa2 kat kedai, kena tengok dulu, baca dulu, tengok ada status halal atau tak, tengok E KOD dulu.



Kasihan ....mudahnya budak2 sekarang minum arak, dan ada budak2 felda yang minum arak yang dijual dalam plastik je, siap minum dengan straw lagi. Ibu bapa, perhatikanlah..!! Jauhnya kita dari hukum tuhan.

p/s: Benda2 macam ni kena selalu bagitau anak2, cabaran anak2 kita lebih teruk dari kita sebenarnya. Kita lah yang kena banyak tahu benda2 macam ni dan macam2 benda lagilah. 

Asal usul wangian kasturi

Selalunya kita dengar atau pakai minyak wangi kasturi ni tapi dari mana datangnya pun kita tak tau. Kat bawah ni saya copy artikel ni yang saya jumpa dalam satu blog. Wallahua'lam.



Sabda Nabi Muhammad S.A.W; ‘

Sebaik-baik wangian adalah wangian kasturi’ ( Riwayat Muslim )

Bagaimanakah Haruman Kasturi Ini Sampai Ke Dunia?
Mengikut rujukan pengarang kitab iq al-alqaa dan juga kitab jaami karaamat al-aliyaa, sesungguhnya ketika nabi adam a.s diturunkan ke bumi,baginda telah diziarahi oleh seekor kijang betina,lalu nabi adam a.s telah menghadiahkan kijang tersebut secebis daun dari syurga,dengan izin allah swt menjadikan kijang itu berbau harum seharum kasturi.
Pada hari ini,keturunan/nasab kijang tersebut telah menghasilkan wangian kasturi yang tumbuh di bahagian bawah perut kijang jantan dipanggil bintil kasturi (musk deer gland/pods).
Manusia memproses kasturi tersebut untuk dijadikan minyak wangi dan ubat-ubatan. Kasturi daripada kijang merupakan hasil daripada haiwan yang paling mahal di dunia.

Khasiat Kasturi


Al-Kindi (801-873)
Kajian mengenai khasiat haruman kasturi telah dilakukan sejak zaman berzaman. Abu Yusuf Ya'quq Ibn Ishaq Al Kindi atau lebih dikenali di seluruh dunia sebagai Al-Kindi merupakan antara tokoh falsafah Islam terbilang yang telah mengkaji dan menggunakan kasturi didalam kajiannya mengenai kimia dan haruman. Beliau telah menghasilkan sebuah kitab mengenai haruman yang diberi nama kitab Kimiya Al'itr (Book of The Chemistry of The Perfume)
Berdasarkan kajian yang dibuat oleh ilmuwan Islam terutamanya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah R.A. dan ahli-ahli perubatan islam yang lain, kasturi didapati mempunyai terlalu banyak khasiat dan keistimewaan, antaranya :
  1. Memberi kekuatan pada roh
  2. Memberi ketenangkan jiwa
  3. Mencerdaskan akal dan menyihatkan otak
  4. Menghilangkan ketakutan
  5. Menghilangkan debaran jantung
  6. Menghilangkan sesak nafas
  7. Mampu menyedarkan orang yang pengsan
  8. Menjernihkan mata putih
  9. Menguatkan tubuh badan
  10. Menawarkan racun atau bisa-bisa binatang
  11. Perlindung kepada gangguan jin


Asal Usul Wangian Kasturi

Rusa / kijang kasturi
Rusa Kasturi ialah sejenis haiwan artiodaktil dalam genus moschus, satu-satunya genus dalam famili moschidae. Rusa kesturi lebih primitif berbanding cervidae (rusa sebenar) kerana tiada tanduk atau kelenjar muka, cuma sepasang puting, ada pundi hempedu, pundi kauda, sepasang gigi seakan-akan gading dan pundi kasturi yang membawa kepentingan ekonomi kepada manusia. Rusa ini tinggal dalam habitat belukar alpine berhutan dalam pergunungan asia selatan, terutamanya banjaran himalaya.
Sifat Rusa / Kijang Kasturi
Rusa Kasturi menyerupai rusa kecil yang bersusuk badan pendek dan gempal, serta kaki belakang yang lebih panjang berbanding kaki hadapannya. Rusa kasturi berukuran 80-100 cm panjang, 50-70 cm tinggi hingga paras bahu, dan 7–17 kg berat. Kaki rusa kasturi sesuai untuk memanjat rupa bumi yang kasar. Rusa kesturi tidak bertanduk, namun yang jantan ada gigi taring atas yang bersar umpama taring lengkung. Formula pergigiannya seiras dengan rusa sebenar, iaitu: upper: 0.1.3.3 / lower: 3.1.3.3
Kelenjar Kasturi hanya terdapat pada rusa kasutri jantan dewasa, iaitu dalam pundi yang terletak di antara alat kelamin dan pusatnya, barangkalinya dirembeskan untuk menarik pasangan betina.
Rusa kasturi ialah haiwan maun yang tinggal dalam persekitaran hutan berbukit-bukau yang agak berjauhan dari penempatan manusia. Seperti rusa sebenar, rusa kesturi biasanya memakan daun, bunga dan rumput, dan juga sedikit lumut dan liken. Rusa kesturi ialah haiwan bersendirian yang meninggalkan bau dengan kelenjar kaudanya untuk menandakan wilayahnya. Rusa kesturi yang segan-silu ini berjaga pada waktu malam atau senja.
Pada musim mengawan, rusa kesturi jantan meninggalkan wilayahnya untuk merebut pasangan dengan gadingnya sebagai senjata. Rusa kesturi betina melahirkan seekor anak selepas bunting 150-180 hari. Anak rusa kesturi yang baru lahir amat kecil dan tidak boleh bergerak-gerak untuk bulan pertama hidupnya, itupun senang untuk menyorokkan diri dari pemangsa.
Panggilan rusa / kijang kasturi dalam bahasa english :musk.
Dalam istilah dunia perfume, musk adalah sekresi aroma yang diproduksi kelenjar perut rusa jantan tak bertanduk (musk deer). Rusa ini hidup di asia tengah dan di pegunungan himalaya.


Penggunaan Minyak Wangi Kasturi Dalam Perubatan Islam

Di dalam kitab perubatan Islam berbahasa arab; “al Minhajul Qurani lii’laji as Sihri wal massi as Syaithani, karya Sheikh Usamah Muhammad al Audi, Mesir menyatakan satu teknik perubatan menggunakan teknik penggunaan minyak wangi. Kebanyakan jin benci kepada bau yang wangi kerana jin sangat menyukai bau yang busuk. Bau yang busuk sangat ‘menyegarkan’ jiwa dan secocok dengan naluri kejiinnan mereka.
Oleh itu teknik yang amat praktikal ini sangat mujarab untuk semua jenis gangguan terutamanya gangguan jin ‘asyiq’. Jin asyiq adalah jin yang berdamping dengan seseorang kerana jatuh cinta dengan manusia tersebut bahkan ada yang mendakwa telah berkahwin dengan pesakit!
Tekniknya adalah :
  1. Pesakit hendaklah sentiasa memakai minyak wangi di kemaluan depan dan belakang sama ada lelaki atau perempuan.
  2. Memakai minyak wangi pada semua pakaiannya terutamanya pada waktu tidur. Jangan sekali-kali tidur tanpa memakainya. Apabila hendak membasuh pakaian tersebut pakaian yang baru hendaklah dipakaikan minyak wangi dan pakailah pada waktu tidur.
Pesakit hendaklah memakai minyak wangi pd point di tubuh badannya setiap malam. Point tersebut adalah :
  1. Sapu pada ubun-ubun.
  2. Belakang telinga kiri dan kanan.
  3. Di semua hujung jari tangan dan kakinya. Antara kuku dan kulit
  4. Dua lubang hidung.
  5. Dua lubang telinga.
  6. Dua kening berdekatan mata.
  7. Sekeliling mulut.
  8. Dua puting payu dara.
  9. Dua kemaluan depan dan belakang. (kubul dan dubur)
  10. Lubang pusat.
  11. Leher kiri dan kanan.
Jika anda perhatikan semua point tersebut adalah rongga-rongga yang terdapat di tubuh badan kita. Inilah tempat masuk dan keluar makhluk jin ke dalam tubuh manusia. Sekiranya jin ingin mendekati maka ia akan menjauhkan diri kerana bau wangi. Sekiranya ia telah ada di dalam tubuh badan, insya Allah ia akan keluar kerana tidak tahan dengan aura aroma bau wangi tersebut.
Adapun minyak wangi terbaik untuk tujuan ini adalah ‘Rose Dimasyq,Kasturi Hitam dan Kasturi Putih..’ Lebih-lebih lagi kalau diruqyah / dijampi. Insya'Allah..
Masa Yang Disunatkan Memakai Wangi-Wangian
  1. Solat
  2. Membaca Al-Qur'an
  3. Pergi ke masjid
  4. Menyambut Hari Raya
  5. Bertemu dengan tetamu
  6. Bersama suami isteri
  7. Pada hari Jumaat
  8. Menuntut ilmu
Hadis Nabi Muhammad SAW yang bermaksud ; " Empat perkara daripada sunnah para rasul: 1. Perasaan malu 2. memakai wangian 3. bersiwak 4. bernikah" (Hadis daif- Tirmizi, Ahmad dan Baghawi)
SabdaNya lagi: "Sesiapa yang dipelawa minyak wangi janganlah dia menolak." (Hr Muslim) INI BERMAKNA MAKRUH MENOLAK PEMBERIAN WANGIAN.

Video Kasturi







Selasa, 7 Februari 2012

Sejauh mana kualiti handphone anda?





SEBELUM anda membeli telefon bimbit ada tips penting yang harus diikuti untuk memastikan anda membeli telefon yang terbaik, atau sekurang-kurangnya anda mengetahui tahap kualiti telefon bimbit anda.

Sebelum membeli, pastikan anda memeriksa dahulu no IMEI [International Mobile Equipment Identity], untuk mengetahui keaslian handphone yang ingin dibeli.

Tekan *#06# akan tertera satu siri nombor unik contohnya seperti 359598040475402. Perhatikan nombor yang ke 7 dan ke 8. Contohnya, untuk no siri 359598040475402, no ke 7 dan ke 8 ialah, 04.

Dari sini anda boleh mengetahui tahap keaslian dan kualiti telefon bimbit yang ingin dibeli. Rujuk data di bawah.


02 atau 20 : dari China = KUALITI RENDAH
08 atau 80: dari Germany = KUALITI SEDERHANA
01 atau 10: dari Finland = TERBAIK
00 atau 03 atau 04: dari kilang asal = SANGAT TERBAIK
13 : dari Azerbaijan = SANGAT KURANG KUALITI & MERBAHAYA
Acu cuba try test...

Sumber: MILOSUAM

Jumaat, 3 Februari 2012

Indahnya Rupa Fizikal Rasulullah SAW


Bismillah walhamdulillah.  Allahumma solli `ala Muhammad wa `ala ali Muhammad, kama sollaiTA `ala Ibrahim wa `ala ali Ibrahim.  InnaKA Hamidun Majid.
Berikut ini saya petik beberapa hadith yang menerangkan ciri-ciri fizikal insan yang kita telah banyak terhutang budi dengannya, insan yang kita cinta, insan yang kita kasih, insan yang kita ikut, iaitu Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam.
Hadith-hadith ini telah saya salin dari kitab yang sangat terkenal iaitu kitabSyama’il Muhammadiyah (kesempurnaan Nabi Muhammad) yang disusun oleh Imam at-Tirmidzi.  Kitab ini menyenaraikan sifat-sifat fizikal, sifat-sifat akhlaq dan cara kehidupan Nabi Muhammad sallAllahu `alaihi wasallam secara agak terperinci.
Hadith 1:
Jabir bin Samurah radhiAllahu `anhu berkata:
“Aku melihat Rasulullah pada suatu malam yang diterangi bulan purnama. Pada waktu itu, Baginda memakai pakaian berwarna merah. Aku memandang Baginda dan bulan silih berganti. Bagiku, Baginda lebih indah daripada bulan purnama”
(HR at-Tirmidzi)

Hadith 2:
Anas bin Malik radhiAllahu `anhu berkata:
“Rasulullah bukanlah orang yang terlalu tinggi, namun bukan juga terlalu pendek, (kulitnya) tidak putih pucat juga tidak sawo matang, (rambutnya ikal) tidak terlalu kerinting dan tidak juga lurus.  Baginda diutus oleh ALLAH menjadi Rasul pada usia empat puluh tahun.  Baginda diwafatkan oleh ALLAH dalam usia enam puluh tahun, dalam keadaan tidak sampai 20 helai uban yang terdapat di kepala dan janggutnya.”
(HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi)

Hadith 3:
Anas bin Malik radhiAllahu `anhu berkata:
“Rasulullah adalah seorang yang mempunyai tubuh yang sedang, tidak tinggi dan tidak rendah, bentuk tubuhnya bagus.  Rambutnya tidak kerinting dan tidak lurus.  Warna kulit Baginda putih kemerahan.  Jika berjalan, pergerakannya condong ke hadapan.”
(HR al-Bukhari dan at-Tirmidzi)

Hadith 4:
Al-Bara’ bin `Azib radhiAllahu `anhu berkata:
“Rasulullah merupakan seorang lelaki yang bertubuh sederhana (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah), jarak antara kedua-dua bahunya lebar (bahunya bidang).  Rambut yang lebat terurai ke bahu sampai ke telinganya.  Apabila Baginda memakai pakaian berwarna merah, aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih tampan daripadanya.”
(HR at-Tirmidzi, al-Bukhari, Muslim, Abu Daud)

Hadith 5:
Al-Bara’ bin `Azib radhiAllahu `anhu berkata:
“Aku tidak pernah melihat orang yang memiliki rambut yang menyentuh sehingga bawah telinga (antara cuping telinga dan bahu), dengan memakai pakaian yang berwarna merah, yang lebih tampan daripada Rasulullah.  Baginda memiliki rambut yang mencecah kedua-dua bahunya.  Kedua-dua belah bahu Baginda bidang.  Baginda bukanlah seorang yang rendah dan bukan juga tinggi.”
(HR Muslim, Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Hadith 6:
Ali bin Abi Talib radhiAllahu `anhu berkata:
“Rasulullah tidak tinggi dan tidak rendah.  Telapak tangan dan kakinya terasa tebal (dagingnya) namun lembut.  Kepalanya besar, tulang sendi besar.  Terdapat bulu yang jelas dari dada sehingga pusatnya.  Apabila Baginda berjalan, pergerakannya condong ke hadapan seolah-olah sedang turun dari tempat yang tinggi.  Tidak pernah aku lihat orang yang setanding dengan Baginda, samada sebelum (Baginda lahir) mahupun selepas (Baginda meninggal dunia)”
(HR at-Tirmidzi)

Hadith 7:
Ali bin Abi Talib radhiAllahu `anhu bercerita tentang sifat Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam:
Rasulullah tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu pendek.  Baginda bertubuh sederhana dalam kalangan kaumnya.  Rambutnya tidak kerinting bergulung dan tidak juga lurus kaku, melainkan ikal beralun.  Badannya tidak gemuk, bentuk wajahnya tidak bulat, tetapi bujur telur.
Kulitnya putih kemerah-merahan.  Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik.  Tulang sendinya gagah, bahunya bidang.  Badannya bersih daripada bulu dan rambut, tetapi mempunyai bulu yang memanjang dari dada sampai pusat.  Telapak tangan dan kakinya terasa tebal.
Apabila Rasulullah berjalan, pergerakannya kelihatan tegap (kakinya diangkat dengan kekuatan), seolah-olah Baginda sedang turun dari tempat yang tinggi.  Apabila Baginda berpaling, kedua-dua bahunya berpaling serentak (seluruh badannya turut berpaling).  Di antara kedua-dua bahunya, terdapat khatamun-nubuwwah, iaitu tanda kenabian nabi.  Rasulullah merupakan seorang manusia yang hatinya paling pemurah.  Baginda adalah orang yang kata-katanya paling jujur.

Manusia yang perangainya paling lembut dan paling ramah dalam pergaulan.  Sesiapa yang melihatnya buat kali pertama, pasti akan menaruh rasa hormat dan segan kepadanya.  Sesiapa yang berkenalan dengan Baginda tentu nanti akan mencintainya.  Orang yang menceritakan sifat Rasulullah, tentunya akan berkata “Belum pernah aku melihat seseorang yang setanding dengannya, samada sebelum kelahirannya ataupun sesudah Baginda meninggal dunia.”
(HR at-Tirmidzi)

Hadith 8:
Hasan bin Ali berkata, “Aku pernah bertanya mengenai sifat Rasulullah kepada pakcikku yang bernama Hind bin Abu Halah (yang memiliki nama samaran Abu `Abdullah).  Hind bin Abu Halah adalah orang yang banyak mengetahui sifat Rasulullah.  Aku sangat berharap Hind dapat menceritakan beberapa sifat Rasulullah kerana aku mahu mencontohi Baginda.  Inilah yang dikisahkan oleh Hind:
“Rasulullah adalah seorang lelaki yang berwibawa.  Wajahnya cerah berseri bagaikan rembulan yang bersinar pada malam hari.  Baginda lebih tinggi daripada orang yang sederhana dan lebih rendah daripada orang yang tinggi.  Kepalanya besar (padan dengan dadanya yang bidang dan tubuhnya gagah).

Rambutnya beralun.  Apabila rambut bahagian depannya terurai, Baginda membuat belahan dua.  Jika tidak membelah dua, hujung rambutnya dibiarkan sampai cuping telinga, namun tidak melepasi had itu.  Rasulullah menjadikan rambutnya sebagai wafroh (rambut tidak lebih telinga).  Warna kulitnya putih kemerah-merahan.
Dahinya luas.  Keningnya panjang melengkung bagaikan dua busur panah yang terpisah.  Di antara kedua-dua keningnya, ada urat yang kelihatan memerah ketika sedang marah.  Hidung Rasulullah mancung, di hujung hidungnya ada cahaya yang memancar, sehinggakan orang yang melihatnya betul-betul, akan menyangka hidung Baginda lebih mancung (daripada yang sebenarnya).

Janggutnya tebal, kedua-dua pipinya mulus, mulutnya lebar.  Giginya agak jarang, namun teratur rapi.  Bulu dadanya halus.  Lehernya indah, tegak dan kuat.
Bentuk tubuhnya sederhana, badannya berisi seimbang, perut dan dadanya sama rata.  Dadanya lebar, kedua-dua bahunya bidang dan tulang sendinya besar.  bahagian badannya yang tidak ditumbuhi rambut kelihatan bersih bercahaya.

Dari pangkal leher sampai pusat, bulu yang tebal tumbuh seperti garisan.  Kedua-dua puting susu dan perutnya bersih.  Kedua-dua bahu dan dada bahagian atas berbulu halus.
Kedua-dua ruas tulang tangannya panjang, telapak kakinya lebar.  Kedua-dua telapak tangan dan kakinya terasa tebal, jari-jarinya panjang, lekukan telapak kakinya (bahagian tengah) tidak menyentuh tanah.  Kedua-dua kakinya halus sehingga air tidak melekat di kulit kakinya.
Apabila Rasulullah berjalan, kakinya diangkat dengan kesungguhan.  Baginda melangkah dengan mantap dan berjalan dengan tenang dan tawadhu`.  Jika Baginda berjalan, pergerakannya cepat seolah-olah Baginda sedang turun dari tempat yang tinggi.  Apabila dipanggil, Baginda akan memalingkan kedua-dua bahunya serentak.

Pandangan matanya terarah ke bawah.  Baginda menundukkan kepala menatap ke arah bumi lebih lama daripada memandang ke langit.
Apabila ada sahabat berjalan, Rasulullah akan berjalan di belakangnya.  Apabila bertemu dengan orang lain, Baginda yang akan terlebih dahulu memberi salam.”
(HR at-Tirmidzi)

Itulah antara beberapa hadith yang dimuatkan di dalam Syama’il Muhammadiah yang sempat saya salin berkenaan rupa bentuk fizikal Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam.  Nombor-nombor hadith yang saya sebut di atas tidak mengikut susunan seperti dalam kitab tersebut.  Ada lagi beberapa hadith yang lain…

Terjemahan Syama'il Muhammadiyah yang diterbitkan oleh PTS Islamika adalah antara yang terdapat dalam pasaran.
Amat digalakkan tuan/puan memiliki buku ini kerana di dalamnya banyak lagi riwayat hadith yang menceritakan cara kehidupan Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam seperti bagaimana Nabi menyikat rambutnya, rupa pakaiannya, cincinnya, serbannya, cara Rasulullah makan dan minum, wangian Rasulullah, cara Baginda berbicara, bergurau, tertawa, cara Rasulullah berbekam dan lain-lain lagi.
Semoga ALLAH mengurniakan rasa cinta dan upaya kepada kita semua untuk ikut sunnah-sunnah Nabi sallAllahu `alaihi wasallam.  La haula wa la quwwata illa biLLAH.
Allahumma solli `ala Muhammad, wa `ala ali Muhammad.
www.muzir.wordpress.com




PS: Kitab Syamail Muhammadiyah
        Kuliah maghrib Masjid Saiyyida Umar Al-Khatab, Cenderawasih, Bkt Setongkol, Kuantan
        Setiap Jumaat Minggu ke 3
        Disampaikan oleh alfadhil Ustaz Azman dari Negeri Sembilan


Selasa, 31 Januari 2012

9 Pedang Nabi Muhammad Dengan Nama-Namanya


Ini adalah pedang-pedang yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya untuk berdakwah,  jumlah total pedang yang pernah digunakan ada 9 buah.
1. Al Ma’thur
Al Matthur
Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
2. Al Adb

Al AdbAl-’Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
3.Dhu Al Faqar
Dhu Al Faqar
Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
4.Al Battar
Al BattarAl Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi‘, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
gambar ukiran nama-nama para nabi di dalamnya :
Al Battar-2Al Batar-3Al batar prophets
gambar Nabi Daud AS memenggal kepala Goliath:
Al Batar Figure
5.Hatf
Al Hatf
Hatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
6.Al MikhdhamAl Mikhdham
Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
7.Al Rasub
Al RasubAda yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
8.Al QadibAl QabidAl-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
9.Qal’a
Al QalaPedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992).
Wassalamu’alaikum